Frontpage

Admin Menwa on May 9th, 2010

Facebook merupakan salah satu situs jejaring sosial yang sangat populer saat ini. Facebook yang sering disingkat dengan sebutan FB ini diluncurkan pada 4 Februari 2004 oleh seorang mahasiswa Harvard kelahiran 14 Mei 1984 bernama Mark Zuckerberg, mantan murid Ardsley High School. [get PDF]

Continue reading about Ekspansi Menwa IPB dengan Facebook

Muhammad Afif Faiz on April 12th, 2010

Resimen Mahasiswa Mahawarman IndonesiaPanca Dharma Satya Resimen Mahasiswa Indonesia adalah merupakan Kode Etik Resimen Mahasiswa Indonesia. Kode Etik ini merupakan nilai moral yang dimiliki setiap anggota Resimen Mahasiswa Indonesia dan merupakan ikrar kejiwaan. Setiap tingkah laku, ucapan dan perbuatan, pikiran dan tindakan dari anggota Resimen Mahasiswa Indonesia harus berpegang teguh pada Panca Dharma Satya. Tak lain Menwa IPB juga sama, Selamat dan terus berjuang menghadapi Ujian tenggah Semester, wujudkan seorang MENWA yang memiliki semboyan “Widya Castrena Dharma Siddha”

yang berasal dari bahasa Sanskerta. “Widya” yang berarti ilmu pengetahuan, “Castrena” yang berarti senjata, “Dharma” yang berarti kewajiban dan “Siddha” yang berarti sempurna. Arti dari semboyan tersebut adalah Penyempurnaan Kewajiban Dengan Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Keprajuritan. Yang dimaksudkan dengan Ilmu Pengetahuan adalah segala macam cabang keilmuan yang didapat saat menjadi mahasiswa. Hal ini dipergunakan untuk menempuh jenjang karir, dengan tidak melupakan tujuan utama melakukan pengabdian kepada masyarakat. Sedangkan Ilmu Keprajuritan adalah yang bersangkutan dengan jiwa keperwiraan, keksatriaan dan kepemimpinan, bukan sekedar keahlian dalam bertempur atau pun yang sejenis.

 

Sudah saatnya untuk menerapkan widya dengan hasil yang siddha

Continue reading about Tunjukan Bhaktimu pada Negara dengan suksesnya UTS

Muhammad Afif Faiz on April 11th, 2010

jasmil menwa ipb

Setiap minggu MENWA IPB melaksanakan BINJAS (Pembinaan Jasmani), materi jasmani yang merupakan sarana yang telah distandarkan dalam pelaksanaan pembinaan jasmani. Binjas ini dapat mendukung kegiatan berikut:

1) Senam Militer

2) Tes Kesegaran Jasmani Militer

3) Ketangkasan Jasmani Militer

4) Olah raga umum

 

Prinsip dasar pembinaan:

1) Totalitas Manusia merupakan suatu perpaduan jiwa dan jasmani, sehingga satu sama lainnya tidak dapat dipisahkan. Untuk itu dalam pelaksanaan pembinaan jasmani militer disamping dapat meningkatkan kemampuan jasmani prajurit juga sekaligus dapat meningkatkan mental kejiwaan anggota.

2) Kemanusiaan Pelaksanaan pembinaan jasmani  harus disesuaikan dengan situasi serta kondisi fisik dan kejiwaan anggota.

 

3) Ilmu pengetahuan dan tehnologi Pelaksanaan pembinaan jasmani anggota selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi dengan tidak mengabaikan aturan dan ketentuan yang berlaku dalam binjasmil.

4) Berkesinambungan Pelaksanaan binjasmil harus dilakukan secara sistematis sehingga berhasil guna dan berdaya guna.

5) Standardisasi Pelaksanaan binjasmil harus ada standarisasi tentang sistematika pembinaan, sarana prasarana dan alpal yang digunakan.

6) Materi binjasmil Penerapan materi binjasmil harus dilaksanakan secara ilmiah dan dapat diprtanggung jawabkansesuai dengan tujuan binjasmil.

Penggolongan Binjasmil

Terwujudnya kesamaptaan jasmani militer baik secara perorangan maupun satuan, merupakan sasaran pembinaan jasmani militer, yang meliputi :

a. Pembinaan Postur Tubuh

1) Tujuan : agar anggota menwa IPB memiliki postur tubuh yang memenuhi standar sesuai ketentuan, sehingga dapat menampilkan wujud atau sosok anggota yang berwibawa.

2) Sasaran :

a) Tahap Pembentukan : terbentuknya postur tubuh anggota selama mengikuti pelatihan  pertama dengan memiliki unsur tenaga, kekuatan, kelenturan, keseimbangan dan koordinasi, sehingga diperoleh keseimbangan antara perbandingan BB/TB, struktur anatomis dalam batas normal serta menunjukan sikap dan penampilan trengginas.

b) Tahap Peningkatan dan Pemeliharaan : terwujud dan terpeliharanya postur tubuh anggota, dengan sasaran terwujudnya keseimbangan antara perbandingan BB/TB, struktur anatomis tidak ada kelainan, sikap dan penampilan serta memiliki gerakan cepat, tepat dan trengginas.

 

{jcomments on}

Continue reading about PEMBINAAN JASMANI SECARA BERKALA

Muhammad Afif Faiz on April 4th, 2010

Menwa IndonesiaBangsa kita telah 64 tahun merdeka. Waktu yang cukup lama, agaknya kita perlu merenungkan kembali arti kemerdekaan, agar kita dapat memaknai kembali ucapan terima kasih secara lebih dalam. Kata ini mudah diucapkan, kedua kata ini sama-sama terdiri dari dua susunan kata; terima kasih, matur nuwun, dalam bahasa jawa, tapi tanggung jawab dari dua susunan kata tersebut amat besar dan dalam sekali.

Jadi kalau kita ucapkan terima kasih itu terlalu kecil, dibanding jasa-jasa para pendahulu kita.
Perumpamaannya, kita menerima nasi sudah masak, tinggal makan. Oleh sebab itu kita jangan sampai saling berebut. Kasihan yang menanak, kasihan yang mencangkul, kasihan yang mengairi, kasihan yang panen, kasihan yang menjemur, kasihan yang menggiling, kasihan yang bersihkan, kasihan yang masak, kasihan yang menyiapkan. Jadi kalau makan nasi saja, kita sudah berhutang budi pada sekian banyak orang.

Orang tua, karena sayangnya pada anak cucunya, boleh dikata kepala dijadikan kaki, kaki dijadikan kepala. Karena sayangnya pada anak cucunya, walaupun haram diambil dikasihkan ke anak, lalu ditanggung sendiri, karena terpepet, demi kehidupan putra-putrinya. Satu sisi melihat kenyataan itu saya kagum. Ibu-ibu yang jual nasi pagi hari, jam dua malam mereka sudah bangun. Tiada lain demi anak-anaknya. Setelah selesai dagang mereka mencuci pakaian, menyiapkan makan suami, mengurus anak-anak,  belanja. Mereka paham betul apa yang disukai suaminya, yang disukai anak-anaknya meskipun itu hal kecil. Itulah hebatnya ibu-ibu.

Sementara bapak-bapak yang jadi tukang becak semisal, pagi-pagi keluar menarik becak. Perut masih kosong, bisa masuk teh hangat saja sudah sangat untung. Menarik beras dua kuintal kepasar sebenarnya tidak mungkin kuat, perut kosong tapi dipaksakan demi uang tujuh ribu untuk makan anak-anak.

Dari pasar dapat muatan lagi, sementara peluh-keringat masih mengalir, diangkut demi mendapat beras dua kilogram. Terkadang waktu makan masih mikir, kalau makan telur, beras dua kilo berkurang, akhirnya tiap makan; tempe krupuk. Seandainya tempe krupuk bisa ngomong, pasti akan bilang; kamu tidak bosan-bosan makan aku. Tapi apa hendak dikata, kerupuk-tempe tidak terlihat, yang kelihatan anak dan istri. Orang tua-orang tua kita menyekolahkan anak-anaknya setinggi mungkin, walaupun mereka sendiri tidak tamat sekolah. Dalam ungkapan ‘Arab; ma fil aba fil abna, kalau orang tua tidak mendapat, anak harus dapat.

Jadi kalau kita mau berpikir jauh atas apa yang sudah disuguhkan orang tua,  jangankan nasi ada lauk pauknya, nasi saja kita sudah berterimakasih. Pasti kita akan berterimakasih pada mereka, dan orang yang mengerti terimakasih pasti akan berdoa; ya Allah jangan Engkau ambil aku terlebih dahulu, sebelum aku membahagiakan kedua orang tuaku. Ya Allah, panjangkanlah umur kedua orang tuaku, bahagiakanlah mereka, berilah kesehatan lahir batin, sehingga aku dapat memulikannya lebih dari yang kami harapkan. Itulah seorang anak yang paham arti terimakasih.

Itu sekup yang kecil, sekup keluarga, kalau kita tarik lebih jauh dari keluarga kita tarik ke anak bangsa. Terang saja, bagi orang yang sadar dilahirkan ditanah air ini, akan meningkatkan rasa cinta pada Republik dan tanah air. Keturunan boleh-boleh saja keturunan Cina, keturunan Arab, keturunan Belanda, karena yang dituntut Anda dilahirkan di tanah air ini.

Sebab itu anda dituntut untuk mencintai negeri tercinta ini. Mampukah kita menjadi golongan yang tidak mengecewakan orang tua, itu dalam keluarga. Kalau kita tarik dalam sekup Nasional, kitapun ditanya, sejauhmana kita sebegai generasi penerus, tidak akan mengecewakan pejuang-pejuang kita. Sebenarnya mereka di baka menanti atas jawaban kita. Apakah kita menjadi bangsa yang cengeng? Bangsa yang glamour, manja? Bangsa yang mudah dipicu? Ataukah kita menjadi penerus yang siap membangun bangsa?

Semulia-mulia segala utusan Allah, ditempatkan dipadang pasir bisa membangun. Tanah kering menjadi basah. Negara kita bukanlah padang pasir, sejak dahulu hingga sekarang negara kita ibarat karpet yang hijau. Mestinya kita jangan tertidur  nyenyak karena hijaunya itu. Sebab yang mencangkul menunggu kita semua untuk membangun bangsa ini. Sehingga melahirkan tokoh-tokoh yang bisa menjawab tantangan umat, tantangan masa depan.
Nabi Saw. pernah berpesan pada keturunannya; wahai anak cucuku, jangan mempermalukan aku dihapan Tuhan yang Maha Kuasa, umatku berdatangan dengan membawa banyak amal, budi pekerti, sementara engkau hanya membawa ke-aku-annya, karena keturunannya.

Kahawatiran baginda Nabi pada generasi penerusnya sejauh itu. Saya kira sesepuh dan para pejuang kita sama kalau kita artikan; ‘wahai generasiku jangan kalian permalukan aku dihadapan Allah, dihadapan Tuhanmu. Lihat bangsa lain bisa membangun negaranya. Mulai sektor ekonomi, ketahanan, dan bisa meningkatkan rasa jati dirinya, nasionalisme yang kuat, merasa mencintai, handar bening, memiliki, bukan sekedar basa-basi memiliki. Sedangkan kalian hanya  tidur, sedangkan kalian hanya santai-santai, membanggakan inilah negeri kami yang subur, gemah ripah loh jinawi’.

Pasti malu rasanya para sesepuh kita. Bangun, bangun, jangan terlambat, yang menunggu banyak. Generasi kita menunggu. Kita teriakan dengan perilaku kita; bukan lagi Indonesia Merdeka, tetapi Indonesia Jaya, Indonesia Jaya, Indonesia Jaya.{jcomments on}

Continue reading about Mari bersama sama kita BANGUN BANGSA YANG BESAR INI

Novriyanti on March 19th, 2010

Resimen Mahasiswa IPB

Sehubungan dengan telah ditetapkannya MENWA IPB sebagai Pemenang Lomba Website Lembaga Kemahasiswaan di IPB, seluruh pihak khususnya anggota aktif dituntut untuk terus berkarya dalam segala bidang, khususnya bidang tulis-menulis. Menwa kedepan akan terus meningkatkan prestasi dan diupayakan dapat mempertahankan Juara Pertama dalam bidang ini.

 

Website sebagai sumber informasi utama bagi seluruh anggota dan menjadi sarana komunikasi yang sangat fleksibel seiring perkembangan zaman.

Berbagai informasi terkait kegiatan bela negara yang dilakukan oleh mahasiswa dapat diakses di Website ini.Terimakasih atas seluruh kritik dan saran yang masuk dalam rangka membangun jiwa dan raga MENWA baik langsung maupun tidak langsung.

 

{jcomments on}

Continue reading about MENWA IPB Tingkatkan Prestasi

antok dwi prasetyo on March 18th, 2010

Website Menwa IPBJaman modern seperti sekarang ini tidak luput dari kecepatan informasi yang selalu diberbaharui, kabar dari belahan bumi manapun bisa kita ketahui dan ikuti hanya dengan berada di depan komputer, notebook, maupun netbook yang terhubung dengan jaringan internet. Perkembangan teknologi semakin maju, sehingga perlu dibarengi dengan sumber daya manusia yang mumpuni, agar tidak termakan oleh jaman.

Institut Pertanian Bogor telah menjadikan potensi ini sebagai jalan untuk menampung kreativitas mahasiswa yang dituangkan dalam dunia web dan telah sukses menyelenggarakan lomba pembuatan web IPB yang diikuti oleh kelembagaan IPB. Resimen Mahasiswa Kompi-A IPB merupakan salah satu peserta dan memperoleh memperoleh Juara Pertama  Lomba WEB Lembaga Kemahasiswaan IPB yang diikuti sekitar 25 Lembaga Kemahasiswaan se-IPB.

Semoga hasil yang telah kami raih ini bisa memicu Lembaga Kemahasiswan lain agar lebih aktif lagi di Dunia maya.

{jcomments on}

 

Continue reading about Lomba WEB Lembaga Kemahasiswaan IPB

arif syaifudin on March 2nd, 2010

Kegiatan korvei markas Menwa IPBProgram kerja MENWA 2010 tentang pembinaan berkala mulai dilaksanakan. Pembinaan pertama dilaksanakan pada hari minggu 28 februari 2010. Kegiatan ini diikuti oleh Komandan dan Wakil Komandan MENWA IPB beserta seluruh staf-staf nya. Beberapa anggota baru Resimen Mahasiswa Batalyon VII / Suryakancana kompi A IPB juga ikut serta bergabung dalam kegiatan ini.

Kegiatan dimulai pukul 06.00 dengan gerakan senam pemanasan dilanjutkan dengan  lari keliling Kampus IPB Dramaga. Seluruh anggota menyanyikan lagu penggugah semangat khas Resimen Mahasiswa

di sepanjang rute lari pagi. Kegiatan lari pagi berakhir jam 7 pagi kemudian dilanjutkan dengan morning tea, makan bersama, dan sharing membahas rencana kegiatan Menwa di periode ini. Kegiatan Minggu Pagi ini masih berlanjut dengan korvei (kerja bakti) membersihkan lingkungan markas Menwa mulai renovasi kamar, penataan ulang sekretariat Menwa, serta pembersihan halaman Markas Menwa.

 

Dengan kegiatan sederhana ini diharapkan loyalitas, disiplin dan semangat pantang menyerah anggota semakin menguat.

Continue reading about Korvei Markas

Muhammad Afif Faiz on March 2nd, 2010

Pendidikan Provost Menwa Unswagati

Disiplin merupakan ketaatan seseorang secara sadar dan ikhlas terhadap setiap perintah, peraturan dan keharusan yang berlaku. Penegakan disiplin Resimen Mahasiswa sangatlah penting untuk menanamkan dan mempertahankan Disiplin anggota. Memberi landasan  anggota Resimen Mahasiswa dalam bersikap, berbuat dan berperilaku hidup sehari-hari.

Karena itulah Resimen Mahasiswa Mahawarman Satuan Institut Pertanian Bogor mengirimkan Kader penerus yang memiliki dedikasi tinggi dalam penegakan disiplin. Komandan Antok Dwi Prasetyo menugaskan dua personil untuk mengikuti Pendidikan PROVOOST di Unswagati Cirebon, Batalyon IX Mahawarman. Pendidikan berlangsung di DENPOM 3/!! siliwangi. Dalam pendidikan dihadiri Kapolres, Dankesyah dan Alumni Menwa. Berdasarkan realita yang ada, personil yang telah ditugaskan untuk ikut serta dalam Pendidikan Provoost berhasil mengikuti pendidikan dengan baik dan siap menegakkan kedisiplinan di Komando Resimen Mahasiswa Institut Pertanian Bogor.

 

Continue reading about Keikutsertaan Menwa IPB dalam Pendidikan Provoost